adikku dan teman bejatnya

Perkenalkan nama saya Ratih,
angkatan 2003 seorang
mahasiswi semester II di sebuah
universitas swasta favorit di
Jogja. Aku mohon kepada
webmaster supaya menampilkan kisahku yang menyedihkan ini
karena hanya disini aku bisa
curhat dan menuntaskan semua
“uneg-uneg”ku yang
membuatku menderita selama ini. Aku mau bercerita tentang
pengalamanku yang sungguh-
sungguh terjadi dengan adikku
yang bernama Rafi, ia masih 17
tahun kelas 2 SMU Negeri, ia
orangnya ceria, lucu, nggak pemarah, dan enak diajak
ngobrol, jadi kukira ia orang
yang baik dan menyenangkan,
tapi ternyata juga mempunyai
sifat yang mengerikan pula jika
emosinya meledak, dan mempunyai nafsu birahi yang
besar, apalagi jika terangsang
sesuatu yang berhubungan
dengan sex meskipun itu dari
saudaranya sendiri atau dengan
kata istilah lain “phsyco”. ***** Suatu hari, ketika aku pulang
kuliah sore, aku menyempatkan
diri ke kamar adikku mau
mencari buku komik kesukaanku
yang baru dipinjam tiga hari oleh
adikku. Saat mencari-cari aku tidak sengaja menemukan
beberapa VCD porno di meja
belajarnya dicampur dengan CD-
CD PSnya, aku kaget bukan main,
karena tidak menyangka adikku
suka nonton film-film porno, aku juga curiga akhir-akhir ini, ia
pendiam, dan jarang ngobrol
denganku, dan yang paling
mencurigakan adalah ia barusan
mengisi film kamera digitalnya
dengan alasan mau memfoto- foto gadis yang mau diincarnya
selama ini, aku tidak menyangka
gadis yang dia incar selama ini
adalah aku sendiri, saudara
kandungnya. Tetapi karena
orang tuaku sedang keluar kota, aku jadi tidak bisa memberitahu
mereka tentang VCD pornonya
selama ini, jadi aku biarkan saja. Besoknya, saat aku hendak pergi
kuliah pukul setengah satu siang,
dan kebetulan hari itu adikku
sudah pulang dari sekolah, ia
mengajak 3 orang temannya
masuk ke dalam rumah dan nonton TV bersama, mereka si-A
yang bertubuh kekar dan
berkulit hitam legam, si-B yang
berbadan gemuk tapi agak
pendek, dan si-C yang kelihatan
paling tua karena berbrewok agak lebat, mungkin umurnya
sama denganku atau bahkan
lebih tua. Aku tidak pernah
melihat mereka sebelumnya. Saat aku mau berangkat, aku
sempat curiga dengan sikap
adikku karena dia melihatku
terus-menerus dan nafasnya
juga agak terengah-engah, aku
hanya mengira ia cuma kecapean pulang dari sekolah, ternyata
tidak sebab tiga temannya tidak
pada merasa kecapaian. Ia terus
memandangi tubuhku dari atas
kebawah, aku jadi agak takut
apakah dia merasa terangsang melihat tubuh dan bajuku yang
seksi, sebab aku memakai hem
ketat putih lengan pendek, BHku
yang berbentuk tali dan
berwarna hitam untuk menutupi
payudaraku yang berukuran 36B terlihat jelas karena memang
agak transparan. Dan aku
memakai celana jeans sangat
ketat dengan sebagian CDku
nampak, dan pantatku yang
bulat dan sering diremas oleh kondektur bis saat naik dan
turun dari bis kota terlihat lebih
menonjol, apalagi kulitku juga
putih bersih karena aku
keturunan Cina di ayahku dan
ibuku orang bandung. Aku memakai baju seksi ini
karena aku mau tampil menarik
di depan pacarku yang namanya
Vandy yang baru 3 hari jadian.
Saat mengambil kunci motorku,
aku semakin penasaran karena teman-teman adikku memberikan
uang ratusan ribu kepada adikku
dan juga ikut memandangi
tubuhku saat aku jalan di dekat
mereka. Aku menduga mereka
merasa terangsang oleh bau parfumku yang memang agak
menyengat dan bertujuan untuk
memberi rangsangan kepada
cowok. Saat aku hendak membuka pintu,
dari belakang secara tiba-tiba
aku disekap oleh tangan yang
hitam, agak bau dan kotor,
ternyata tangannya si-A teman
adikku, aku kaget dan berontak tetapi sia-sia karena dia lebih
tinggi dariku dan badannya juga
lebih besar berkulit hitam dan
karena aku melawan terus aku
dipukul perutku oleh Rafi(adikku)
sendiri, sehingga aku jadi lemas. Kemudian si-B teman adikku yang
lain mengangkat kedua kakiku
dan menggendongku bersama si-
A ke ruang TV, sementara si-C
mengeluarkan VCD BFnya dari
dalam tas, kemudian menyetelnya ke TV, mereka
tersenyum-senyum, apalagi
adikku lebih gembira sambil
menghitung uang dari tema-
temannya, aku sudah mengerti
itu pasti uang untuk menikmati tubuhku yang masih suci ini
untuk diperkosa bersama-sama
oleh mereka. Aku sudah pasrah hanya bisa
meneteskan air mata ketika
bajuku mulai dilepas kancing
bajuku satu-persatu sambil
diraba-raba dan diremas-remas
payudaraku oleh mereka, sementara wajahku diciumi,
dijilati dan sedikit digigiti
hidungku yang memang lebih
mancung dari hidung adikku ini
oleh Rafi, si-B melepaskan ikat
pinggangku dan melepaskan celana jeansku, kemudian ia
melucuti celana dalamku
perlahan-lahan sambil meraba-
raba pahaku, “Wow paha Mbak putih dan
mulus banget hmm.. Harum lagi” Sementara bagian atas, si-A
sudah tidak sabar dan langsung
memotong-motong tali BHku
dengan gunting, akhirnya aku
telanjang bulat, mereka
memandangiku seperti hewan kelaparan yang hendak
memangsa buruannya sambil
membuka seragam SMU Negeri
mereka. Adikku langsung
menerkam aku, aku hanya bisa
memohon. “Jangan Dik, aku ini Mbakmu..” Tapi dia sudah tidak sabar dan
langsung meremas-remas
payudaraku yang masih kencang
dan putih bersih ini, lalu ia
menggigit putingku yang belum
pernah tersentuh lelaki lain hingga memerah, dibagian bawah
kakiku si-C menggerayangiku
dengan menjilati dan menggigiti
“bulu-bulu”ku yang masih lebat. Adikku melumat bibirku, lalu
kebawah sambil menjilat-jilat kulit
tubuhku sampai ke alat vitalku
dan melumat vaginaku yang
masih suci itu, aku hanya bisa
menangis, lalu adikku mulai menegakkan penisnya sepanjang
18 cm itu ke atas vaginaku, dan
bicara. “Ok Mbak waktunya ngambil
keperawananmu Mbak.. He he
he”
“Jangan Fi, pleass.. Ooch.. Aduh..
Aauw sakit fi” belum selesai aku
bicara sudah dimasuki penis adikku.
“Aach.. Uuch masih seret tapi
enak.. Bener Mbak, vaginamu ini
Mbak!!” Meski agak sulit menembus
vaginaku karena masih perawan,
tapi ia terus memaksa sekuat-
kuatnya. “Aach.. Waow nikmatnya bukan
main vaginamu Mbak.. Ooch..
Yes!!” aku merasa kesakitan
“Aach.. Uuch.. Udah Dik, sakit!” Saat aku menjerit-jerit tiba-tiba
mulutku disumbat penis yang
lumayan besar, panjang,
berwarna hitam dan bau air
kencing ternyata itu penisnya si-
A. “Ayo Mbak diemut nih kontolku
ha.. Ha.. Ha,” aku hanya
menangis terus, karena kedua
mulutku (atas-bawah) dihunjam
penis yang besar-besar.
“Mmph.. Mmpphh” Selama 10 menit Rafi
mengeluarkan penisnya dan
bergantian dengan 3 orang
temannya, dan akhirnya selama
setengah jam mereka
menyemprotkan sperma mereka ke lubang vaginaku, hanya si-B
yang mengeluarkan spermanya
ke mulutku. Dan mereka merasa
senang dan puas melihat aku
menderita, setelah puas mereka
mengikat tangan dan kakiku agar tidak kabur meskipun aku
juga tidak mungkin bisa lari
karena tubuhku sudah sangat
lemas, dan mereka istirahat
sambil merokok, minum-minuman
penguat tenaga, kukira semua penderitaan ini sudah selesai. Satu jam kemudian setelah
mereka merasa kuat karena
minum jamu dan penguat tenaga
lainnya, mereka melepaskan
semua tali yang mengikatku,
kemudian memperkosaku lagi secara lebih brutal, si-C
meletakkan aku di atasnya
dengan posisi telentang dan
langsung menghunjam lubang
anusku dengan penisnya sambil
meremas-remas payudaraku dari bawah yang sudah mengencang
kuat. “Aach.. Ooch duburmu seret
Mbak, tapi wuenak tenan,” Aku hanya dapat menjerit
kesakitan sambil menangis. “Aach.. Jangan.. Ooch.. Sakit
Mas” Lalu adikku menghampiriku, dia
berada tepat diatasku dan
mengangkat kedua kakiku
supaya mudah posisinya dan
langsung memasukkan penisnya
yang sudah menegang akibat efek minuman tadi ke vaginaku
yang masih mengeluarkan sedikit
darah keperawanan, sambil
berebutan dengan si-C yang
sama-sama sedang meremas-
remas payudaraku yang semakin mengencang. Aku hanya bisa
mengerang kesakitan. “Aach.. Uuch.. Jangan Raf,
kumohon sudah aja.. Aach sakit..
Oochh!!” saat mulutku menganga
menjerit tiba-tiba disumbat oleh
penis si-A.
“Mmph.. Mmpphh” Aku tidak bisa menjerit, semua
lubang ditubuhku seperti mulut,
vagina, dan anusku sudah
disumbat penis-penis berukuran
besar dan panjang, karena ini
pemerkosaan kedua jadi tidak selama yang pertama ‘hanya’
15-20 menit, sampai mereka
menyemprotkan sperma mereka
bersamaan. Tapi karena si-B belum
“menyerangku” dalam aksi
keduanya, ia bergantian dengan
adikku yang sudah lemas, ia
menyuruhku berganti posisi
dengan berlutut di sofa, ia mulai menjilat-jilat dan menampar-
nampar pentatku ini berkali-kali
hingga memerah. “Wow pantat Mbak gede juga,
mulus lagi” Karena vaginaku masih terbuka
ia langsung menghunjam keras
secara cepat sambil menarik-
narik putingku selama kurang
lebih 15 menit. “Aachh.. Uuch.. Sakit Mas udah
dong Mas, aku dah cape sekali
nih!” Dan tubuhku yang sudah lemas
ini dibalik dalam posisi telentang,
lalu ia mengocokkan penisnya
dan mengeluarkan spermanya
tepat diatas dadaku dan
meratakan dengan kedua tangannya sambil meraba-raba
tubuhku. Kini seluruh tubuhku
berlumuran sperma seperti mandi
sperma dari wajah hingga pantat
dan pinggul. Setelah merasa puas, adikku
mengambil kamera digital dan
memfotoku berkali-kali dengan
posisi berbeda-beda dalam
keadaan telanjang bulat, basah
berlumuran sperma dan memasukkan ke komputer untuk
dikirim ke internet dengan cara
mendownload ke sebuah website.
Dan mengancamku untuk tidak
buka mulut kepada siapapun dan
kalau bocor rahasia ini, akan disebar foto-foto bugilku ke
kampusku termasuk pacarku
melalui email teman-temanku baik
cowok maupun cewek, ia
mengetahui email teman-
temanku karena sudah membaca-baca buku catatan
harianku, akhirnya aku pilih diam
saja. Empat hari sesudah itu, adikku
pulang bersama mereka lagi dan
mengajak lima orang teman lain
untuk memperkosaku lagi,
rupanya mereka sudah mulai
ketagihan dengan tubuhku ini, itu sudah pasti karena tubuhku
ini “hanya” dijual murah oleh
adikku, setiap orang membayar
adikku Rp 50.000 untuk
memperkosaku tanpa kondom
sepuas-puasnya tapi jika memakai kondom hanya
membayar Rp 35.000, aku hanya
mendapat upah 10% dari
bayaran tadi. Totalnya delapan orang tanpa
adikku, karena adikku cuma
menerima uang dari teman-
temannya dan menghitungnya.
Mereka berdelapan
memperkosaku secara bergantian dan kadang
bersamaan dengan lebih
menyakitkan karena mereka
juga menyiksaku secara
hardcore (terus terang aku
mengetahui arti hardcore setelah tragedi ini), adikku tidak
ikut memperkosaku karena
setiap malam ia menyetubuhiku
terus dengan berbagai macam
gaya yang ia tonton di VCD
pornonya. Seminggu bisa empat sampai lima
kali aku diperkosa teman-teman
adikku, kadang sendirian kadang
berkelompok, siang dan sore.
Tetapi malam harinya oleh adikku
sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: